Ibu kita Kartini – Door duisternis tot licht

foto-perjumpaan-kartini-dengan-dua-ratu.jpg
Raden Adjeng kartini bersama suaminya. (Source: Wikimedia Commons)

Hari Kartini – 21 April 2017

Bagi saya, Ibu Kartini adalah putri raja yang mampu memberikan inspirasi bagi Bangsa Indonesia. Pernahkan sobat membaca tulisan-tulisan beliau selama masa perjuangan? Berikut beberapa cuplikan tulisan beliau yang berkesan di hati.### Harapan untuk generasi mendatang

# Makna perjuangan

“… dan kami yakin seyakin-yakinnya bahwa air mata kami, yang kini nampaknya mengalir sia-sia itu akan ikut menumbuhkan benih yang akan mekar menjadi bunga-bunga yang akan menyehatkan generasi-generasi mendatang.” (Surat R.A. Kartini kepada Ny. Abendanon 15 Juli 1902-Door duisternis tot licht (DDTL), hal. 214)

# Semangat pantang menyerah

“… andaikata aku jatuh di tengah-tengah perjalananku, aku akan mati bahagia, sebab bagaimanapun jalannya telah terbuka, dan aku telah ikut membantu membuka jalan itu yang menuju kepada kemerdekaan dan kebebasan Wanita Jawa (*baca: wanita Indonesia)” – DDTL halaman 81

# Bekerja tanpa lelah

“Aku masih melihat senyumnya yang membuat raut mukanya bercahaya ketika ia berkata: “Ah, ibu, aku mau hidup 100 tahun. Hidup ini terlalu pendek. Pekerjaan banyak sekali menunggu. Dan sekarang aku bahkan belum boleh memulai.” (R.A. Kartini kepada Nyonya Marie Ovink-Soer, yang sudah dianggap ibu oleh Kartini, sebagaimana ditulis Nyonya Marie dalam bukunya: Persoonlijke Herinnering aan R.A. Kartini)

# Harapan yang akan terwujud

“Teman-teman saya di sini mengatakan agar sebaiknya kami tidur saja barang 100 tahun. Kalau kami bangun nanti, kami baru akan tiba pada jaman yang baik. Jawa (* baca: Indonesia) pada saat itu sudah begitu majunya kami temukan, seperti apa yang selalu kami inginkan.” (Surat R.A. Kartini kepada Stella Zeehandelaar, 6 November 1899)

# Angan-angan Kartini

“… Semoga melalui banyak sekali penderitaan dan kesedihan, kami berhasil menciptakan sesuatu. Bagi rakyat kami. Terutama yang bermanfaat bagi kaum wanita kami – bagaimanapun kecilnya. Andaikata ini pun tidak terlaksana, semoga penderitaan dan perjuangan kami berhasil menarik perhatian khalayak ramai terhadap keadaan-keadaan yang perlu diperbaiki. Dan andaikata itu pun tidak dapat kami capai, wahai, setidaknya kami telah berusaha berbuat baik, dan kami yakin benar bahwa air mata kami, yang kini nampaknya mengalir sia-sia itu, akan ikut menumbuhkan benih yang kelak akan mekar menjadi bunga-bunga yang akan menyehatkan generasi-generasi mendatang.”

# Ibu mengenalkanku pada Tuhan

“… Tetapi yang sekarg menuntun kami untuk menemukan Tuhan ialah Ibu. Sungguh bodoh kami ini. Sepanjang hidup kami memiliki mutiara segunung di samping kami, tetapi kami tidak melihatnya”

# Kemauan untuk mengabdi pada kebaikan

“… Banyak sekali kejadian pada waktu akhir2 ini menunjukkan bahwa manusia hanya menimbang2. Tuhanlah yang akhirnya menetapkan. Semua itu merupakan peringatan kepada kita semua yang berpandangan picik supaya kita jangan sombong: jangan mengira bahwa kita mempunyai ‘kemauan sendiri’. ada suatu Kekuasaan yang lebih tinggi dan lebih besar daripada semua kekuasaan di dunia. Ada Kemauan yang lebih kuat dan lebih kuasa daipada semua kemauan manusia dijadikan satu. Celakalah orang yang membusungkan dadanya dan mengira bahwa kemauannya adalah sekuat baja! Hanya ada satu kemauan yang boleh dan harus kita miliki, yaitu kemauan untuk mengabdi kepada Kebaikan!… Sekarang kami memegang erat tangan Dia. Dia-lah yang mengarahkan kami, menilai dengan penuh kasih sayang… Di situ GELAP MENJADI TERANG, taufan menjadi angin tenang. Sebetulnya semua di sekitar kami masih sama saja, tetapi bagi kami telah tidak sama lagi. Telah terjadi perubahan dai dalam kami yang menyinari segala2nya dengan cahaya-Nya. Kami merasa tenang dan damai dalam jiwa kami… Kami selalu memohon agar diberi kekuatan untuk memikul baik duka maupun suka. Terutama dalam suka, sebab dalam bersuka ria terdapat godaan”

# Pemimpin ada bersama rakyatnya

“Untuk pertama kali namaku disebut di muka umum bersama rakyatku. Di situlah tempat namaku seterusnya. Aku bangga Stella, bahwa namaku disebut senafas dengan rakyatku!”

# Bangga akan seni rakyat

“Hura! Untuk kesenian dan kerajinan rakyat kami! Hari depannya sudah pasti akan cemerlang. Aku sulit untuk mengatakan betapa girang, terima kasih dan beruntungnya kami di sini. Kami sangat bangga atas rakyat kami. Mereka yang kurang dikenal dan karena itu juga kurang dihargai. … Gagasan yang puitis pun dapat terjelma dalam bentuk-bentuk yang indah, garis-garis yang ramping, mengombak dan melenggok dalam warna-warna cemerlang.” (Surat Kartini kepada E.C. Abendanon, anak dari Mr. J.H. Abendanon)

# Manusia tidak bisa membuat air

Betapa sedihnya melihat bibit yang ditanam menyoklat dan layu. Dan kami tak dapat berbuat apa-apa. Manusia tak bisa membuat air. Kirimkan pada kami dingin dari negerimu. Nyonya boleh mengambil panas dari sini seberapa Nyonya mau.” (Surat Kartini kepada Nyonya Nellie van Kool)### Hujan dan kekeringan
Sementara orang-orang dengan cemas menunggu datangnya musim hujan yang akan membanjiri daerah ini. Sungguh tanah yang malang! Pada musim kemarau ia gersang dan pada musim hujan ia kebanjiran.” (Surat Kartini kepada Stella)

# Sang pelopor zaman

“Pada jaman manapun dan dalam bidang apapun, kaum pelopor selalu mengalami rintangan-rintangan hebat. Itu kami sudah tahu. Tetapi betapa nikmatnya memiliki suatu cita-cita. Suatu panggilan. Katakanlah kami ini orang-orang gila… Atau apa saja… Tetapi kami tidak dapat berbuat lain. Kami tidak berhak untuk tinggal bodoh, bagaikan orang-orang yang tidak berarti. Keningratan membawa kewajiban.” (Kartini, awal 1900)

# Bangga menjadi pendidik

“Karena saya yakin sedalam-dalamnya bahwa wanita dapat memberi pengaruh besar kepada masyarakat, maka tidak ada yang lebih saya inginkan daripada menjadi guru, supaya kelak dapat mendidik gadis-gadis dari para pejabat tinggi kita. O, saya ingin sekali menuntun anak-anak itu, membentuk watak mereka, mengembangkan pikiran mereka yang muda, membina mereka menjadi wanita-wanita masa depan, supaya mereka kelak dapat meneruskan segala yang baik itu. Masyarakat kita pasti bahagia kalau wanita-wanitanya mendapat pendidikan yang baik.

# Menjadi pribadi yang sejati

“Kami sekali-kali tidak ingin membuat murid-murid kami menjadi orang-orang setengah Eropah atau orang Jawa-Eropah. Dengan pendidikan bebas kami bermaksud pertama-tama membuat orang Jawa menjadi orang Jawa sejati, yang menyala-nyala dengan cinta dan semangat terhadap nusa bangsanya, terbuka dengan mata dan hati terhadap keindahan serta kebutuhannya. Kami hendak memberikan kepada mereka segala yang baik dari kebudayaan Eropah, bukan untuk mendesak atau mengganti keindahan mereka sendiri, melainkan untuk menyempurnakannya.”

# Kartini Putri Raja

“Sebelum kau menanyakan, aku tidak pernah memikirkan bahwa aku, seperti katamu, adalah keturunan ningrat tinggi. Apakah aku seorang putri raja? Bukan.”

#Arti kebangsawanan

“Bagiku hanya ada dua jenis kebangsawanan: kebangsawanan jiwa (akal) dan kebangsawanan budi (perasaan). Menurut perasaanku tidak ada yang lebih gila dan menggelikan daripada orang-orang yang membanggakan keturunannya. apakah sebenarnya jasanya dilahirkan sebagai seorang bangsawan? Dengan otakku yang kecil ini aku tidak dapat menangkapnya…”

# Kaum ningrat bagi rakyat

“Apa gunanya kaum ningrat yang dijunjung tinggi itu bagi rakyat, kalau mereka dipergunakan oleh Pemerintah untuk memerintah rakyat? Sampai sekarang tidak ada, atau sangat sedikit, yang menguntungkan bagi rakyat. Lebih banyak merugikan – kalau kaum ningrat menyalahgunakan kekuasaannya. Ini tidak jarang terjadi. Keadaan demikian itu harus berubah.”

# Kartini untuk Pendidikan

“Kaum ningrat harus pantas untuk bisa dijadikan pujaan rakyat; sehingga akan banyak mafaatnya untuk rakyat. Pemerintah harus membawa kaum ningrat ke arah itu. Dan satu-satunya jalan ialah memberi PENDIDIKAN yang mantap, yang tidak semata-mata didasarkan pada pengembangan intelektuil, melainkan terutama pada pembinaan watak… Banyak sekali contoh yang membuktikan bahwa tingkat kecerdasan otak yang tinggi sama sekali bukan jaminan akan adanya keagungan moral.”

# Ironi mimpi dan tradisi

“Gadis itu kini telah berusia 12,5 tahun. Waktu telah tiba baginya untuk mengucap selamat tinggal pada masa kanak-kanak. Dan meninggalkan bangku sekolah, tempat dimana ia ingin terus tinggal. Meninggalkan sahabat-sahabat Eropah-nya, di tengah mana ia selalu ingin terus berada. Ia tahu, sangat tahu bahkan, pintu sekolah yang memberinya kesenangan yang tak berkeputusan telah tertutup baginya. Berpisah dengan gurunya yang telah mengucap kata perpisahan yang begitu manis. Berpisah dengan teman-teman yang menjabat tangannya erat-erat dengan air mata berlinangan. Telah berlalu! Semuanya telah berlalu! Pintu sekolah telah tertutup di belakangnya dan rumah ayah menerimanya dengan penuh kasih sayang. Rumah itu besar. Halamannya pun luas sekali. Tetapi begitu tebal dan tinggi tembok yang mengelilinginya.”

# Pandangan orang lain

“Mengapa kami ditindas? Itu membuat kami memberontak. Mengapa kami harus mundur? Mengapa sayap kami harus dipotong? Tak lain karena tuduhan dan fitnah orang-orang kerdil yang berpandangan picik. Untuk memuaskan orang-orang macam itulah kami harus melepaskan cita-cita kami. Andaikan betul-betul perlu, benar-benar tidak dapat dielakkan, kami akan tunduk. Namun kenyataannya tidak demikian. Segala-galanya berkisar pada pendapat umum. Semua harus dikorbankan untuk itu. Dikatakan: Orang akan bilang ini atau bilang itu, kalau kami lakukan apa yang kami lakukan dengan seluruh jiwa kami. Dan siapakah orang-orang itu? Dan untuk orang-orang macam itu kami harus menekan keinginan kami, harus membunuh cita-cita kami, dan mundur kembali ke alam gelap.” (Kartini, 1901)

# Kesepadanan Pria dan Wanita

“Lalu akan saya robohkan rintangan-rintangan yang dengan bodoh telah dibangun untuk memisahkan kedua jenis. Saya yakin, kalau ini sudah terlaksana, akan banyak manfaatnya, terutama untuk pria. Saya tidak percaya bahwa pria yang berpendidikan dan mempunyai sopan santun akan sengaja menghindari pergaulan dengan wanita-wanita yang berpendidikan dan berpandangan setaraf dengan mereka…”

# Kartini dan Ibu Pertiwi

“Dalam kebudayaan kita sering disebut-sebut Ibu Pertiwi. Bagi saya Ibu Pertiwi bukanlah suatu dewi. Tetapi apabila kita hendak melambangkan sumber kekuatan dari perlambang itu, marilah kita memandang sumber-sumber yang nyata, yang kongkrit, dalam diri beratus-ratus, beribu-ribu ibu, yang dengan penuh ketekunan mengasuh, menjaga, dan memungkinkan kita memberikan darma bakti kepada nusa dan bangsa, kepada tanah air yang kita cintai bersama.”

# Tugas alam untuk wanita

“Siapakah yang akan menyangkal bahwa wanita memegang peranan penting dalam hal pendidikan moral pada masyarakat. Dialah orang yang sangat tepat pada tempatnya. Ia dapat menyumbang banyak (atau boleh dikatakan terbanyak) untuk meninggikan taraf moral masyarakat. Alam sendirilah yang memberikan tugas itu padanya.

# Wanita pendidik mula-mula

Sebagai seorang ibu, wanita merupakan pengajar dan pendidik yang pertama. Dalam pangkuannyalah seorang anak pertama-tama belajar merasa, berpikir dan berbicara, dan dalam banyak hal pendidikan pertama ini mempunyai arti yang besar bagi seluruh hidup anak…”

# Kebaikan atau kejahatan

“Tangan ibulah yang dapat meletakkan dalam hati sanubari manusia unsur pertama kebaikan atau kejahatan, yang nantinya akan sangat berarti dan berpengaruh pada kehidupan selanjutnya. Tidak begitu saja dikatakan bahwa kebaikan ataupun kejahatan itu diminum bersama susu ibu. Dan bagaimanakah ibu Jawa dapat mendidik anak kalau ia sendiri tidak berpendidikan?”

# Keluarga mendidik

“Hanya sekolah saja tidak dapat memajukan masyarakat. Lingkungan keluarga (orang tua) harus membantu juga. Malahan lebih-lebih dari lingkungan keluargalah yang seharusnya datang kekuatan mendidik. Ingatlah! Keluarga (orang tua) dapat memberikan pengaruhnya siang-malam, sedang sekolah hanya beberapa jam saja…”

# Wanita perlu pendidikan

“Binalah mereka (putri2 bangsawan) menjadi ibu2 yang pandai, cakap dan sopan. Mereka akan giat menyebarkan kebudayaan di kalangan rakyat. Sadar akan panggilan moral dalam masyarakat mereka akan menjadi ibu2 yang penuh kasih sayang, pendidik yang baik dan berguna bagi masyarakat yang memerlukan bantuan dalam segala bidang.” (Berikanlah Pendidikan Kepada Bangsa Jawa *baca: Indonesia) Nota R.A. Kartini tahun 1903 yang dipublikasikan melalui berbagai surat kabar.

# Emansipasi wanita

“Akan datang juga kiranya keadaan baru dalam dunia bumiputra, kalau bukan oleh karena kami, tentu oleh orang lain, kemerdekaan perempuan telah terbayang-bayang di udara, sudah ditakdirkan…” (Surat R.A. Kartini kepada temannya Zeehandelaar, 9 Januari 1901)

Nice day πŸ™‚

An sample of the original source: https://archive.org/details/doorduisternisto35220gut

Sumber Terjemahan: http://www.kompasiana.com/dhimaswisnumahendra/mengenal-dan-memahami-pemikiran-ibu-kita-kartini-melalui-tulisan-tulisannya_550ff616813311d138bc602d

Sumber Terjemahan lain: http://aran26.blogspot.co.id/2013/04/surat-surat-ra-kartini.html

Dari Bandara Halim ke Balai Irigasi Bekasi naik Angkutan Umum

Pengalaman Naik Angkutan Umum dari Bandara Halim – Balai Irigasi Bekasi πŸ˜…πŸšŒ

Jalan Cut Meutia No. 147, Bekasi

1. Dari halim naik GOJEK sampai UKI (Bundaran ke Tol) Rp. 15.000,-

2. Dari UKI naik Bis Mayasari Bakti jurusan Bekasi Barat (P9B) turun di depan Kantor Balai Irigasi, Rp. 7.000,-

#JakartaBebasMacet 2015

TipeAnggota di GROUPWA

ADA 21- TYPE ANGGOTA WA di GROUP = “Kebersamaan”

1) *Silent reader* _(Mr. No Comment)_:
Terdaftar anggota group, tapi tak prnh muncul.πŸ‘€
2) *Reporter*:
Rajin melaporkan keadaan apa saja, secara rutin. πŸ‘“πŸ€“
3) *Motivator*:
Penuh kata pujangga, nasihat, memompa semangat dll.πŸ‘‹
4) *Kalong*:
Cuma aktif kalau malam, kalau siang tak pernah muncul. πŸŒ™
5) *Jailangkung*:
Muncul hanya bila namanya disebut πŸ‘»
6) *Keyboardis*:
Hiperaktif di medsos, tapi aslinya ternyata pendiam.🎹
7) *Sensi- Muntaber*:
Tersinggung sedikit terus ‘Left Group’. “Mundur Tanpa Berita” ( BAPER ) 😜
Tak lama lagi sadar dan lebih sabar, lalu minta admin tlg add kembali.
8) *Cassanova*:
Baru nimbrung kalo ada cewek muncul. 😎😎
9) *Design Grafis*:
Suka edit pic. org habis itu dijadikan meme.🎨
10) *Penceramah*:
Hobinya memforward ceramah agama, kutipan ayat suci dll.
Tp ga bisa buat sendiri.πŸ˜‡
11) *Salesman*:
Suka posting artikel ttp sengaja atau tdk itu iklan, biasanya mengenai tempat makan enak, dokter yg jago, sekolah tertentu yg katanya paling hebat, promosi obat2Γ—an tertentu, atau iklan buah2Γ—an import dibumbui cerita khasiatnya dll.😁
12) *Politikus*:
Kadang2Γ— spt pengamat, suka membahas materi politik, ekonomi dll, mengkritik lawannya, atau membuat opini pncitraan diri/ kelompok.πŸ˜†
13) *Tracker*:
Gemar mengirim drop pin googlemap. πŸƒπŸ™†
14) *Ghost writer*:
Nampak “…is typing” tapi gk prnh keluar posting nya. trnyata cuma demen towel-2 keyboard.😘
15) *Reporter Infotainment*:
Gemar forward gosip hangat. ditambahin bumbu2 pelengkap. 🎀
16) *Zombie*:
Hanya muncul kalo ada perlu. Abis tuh ngilang lagi.πŸ‘
17) *Comica*:
Punya segudang jokes sbg amunisi utk dikeluarin pd saatnya. 🎭
18) *Pasien Parkinson*:
Sering salah ketik tp gak peduli langsung diposting.πŸ¦‚
19) *Fans Wisata Kuliner*:
Suka pamer gambar/ foto makanan utk sarapan, makan siang/ malam supaya teman nya ngiler.πŸ—πŸŒ­
20) *Kepribadian Terbelah*:
Sering forward khotbah, ayat suci dll. tapi lain waktu juga forward gambar yang aneh2.πŸ™€
21) *Supporter*:
Jarang komen, sekalinya muncul cuma kasih. πŸ‘πŸ˜πŸ˜πŸ™πŸ˜πŸ˜πŸ‘

Peace ya, just kidding just for laugh. πŸ˜€

SUMBER: ada teman copas di group wa. (7 Juni 2016)

keep calm and mute your group chats
keep calm and mute your group chats

Dia yang bertahan dihempas badai

Kebetulan dapat buku bagus untuk dibaca akhir pekan ini.

“Bertahan Dihempas Badai”

Sekilas berisi pengalaman orang2 yang selama ini berjibaku mempertahankan eksistensi KPK di Indonesia.

Download bukunya di sini. (bit.ly/BertahanUntukKPK)

Kemenangan Seorang Revolusioner @ Kaskus
Kemenangan Seorang Revolusioner @ Kaskus

 

Kau ini bagaimana atau aku harus bagaimana – Gus Mus

Gus Mus
Gus Mus

Kau ini bagaimana atau aku harus bagaimana.
– Gus Mus

Kau ini bagaimana..
Kau bilang aku merdeka kau memilihkan untukku segalanya
Kau suruh aku berfikir Aku berfikir kau tuduh aku kafir
Aku harus bagaimana…
Kau suruh aku bergeraklah Aku bergerak kau curigai
Kau bilang jangan banyak tingkah
Aku diam saja kau waspadai

Kau ini bagaimana…
Kau suruh aku memegang prinsip
Aku memegang prinsip Kau tuduh aku kaku
Kau suruh aku toleran Aku toleran kau bilang aku plin-plan

Aku harus bagaimana…
Kau suruh aku maju Aku maju kau serimpung kakiku
Kau suruh aku bekerja Aku bekerja kau ganggu aku

Kau ini bagaimana…
Kau suruh aku taqwa, khotbah keagamaanmu membuatku sakit jiwa
Kau suruh aku mengikutimu Langkahmu tak jelas arahnya
Aku harus bagaimana..

Aku kau suruh menghormati hukum, Kebijaksanaanmu menyepelekannya
Aku kau suruh berdisiplin, Kau mencontohkan yang lain
Kau ini bagaimana…

Kau bilang Tuhan sangat dekat
Kau sendiri memanggil-manggilnya dengan pengeras suara setiap saat
Kau bilang kau suka damai, Kau ajak aku setiap hari bertikai

Aku harus bagaimana…
Aku kau suruh membangun, Aku membangun kau merusakkannya
Aku kau suruh menabung, Aku menabung kau menghabiskannya
Kau ini bagaimana…

Kau suruh aku menggarap sawah, Sawahku kau tanami rumah-rumah
Kau bilang aku harus punya rumah, Aku punya rumah kau meratakannya dengan tanah

Aku harus bagaimana…
Aku kau larang berjudi, permainan spekulasimu menjadi-jadi
Aku kau suruh bertanggungjawab, kau sendiri terus berucap Wallahu A’lam Bis Showab

Kau ini bagaimana..
Aku kau suruh jujur, Aku jujur kau tipu aku
Kau suruh aku sabar, Aku sabar kau injak tengkukku

Aku kau suruh memilihmu sebagai wakilku, Sudah ku pilih kau bertindak sendiri semaumu
Kau bilang kau selalu memikirkanku, Aku sapa saja kau merasa terganggu

Kau ini bagaimana..
Kau bilang bicaralah, Aku bicara kau bilang aku ceriwis
Kau bilang jangan banyak bicara, Aku bungkam kau tuduh aku apatis
Aku harus bagaimana…

Kau bilang kritiklah, Aku kritik kau marah
Kau bilang carikan alternatifnya
Aku kasih alternatif kau bilang jangan mendikte saja

Kau ini bagaimana..
Aku bilang terserah kau, Kau tak mau
Aku bilang terserah kita, Kau tak suka
Aku bilang terserah aku, Kau memakiku
Kau ini bagaimana, Atau aku harus bagaimana…

sumber:kumpulanpuisi@line,2015

Siaplah untuk Rencana B – Wirausaha Muda Sebelum 30

– Lisa Besserman, founder, Startup Buenos Aries

Setiap orang memiliki metode yang berbeda dan kebiasaan yang mengarah pada keberhasilan mereka, terutama pengusaha.

Bagi saya, kualitas yang paling penting adalah menjadi fleksibel. Ada saat-saat di mana aku harus terbang ke benua yang berbeda pada saat itu juga, memperpanjang perjalanan bisnis selama berminggu-minggu pada satu waktu, atau menjatuhkan segala sesuatu untuk memecahkan masalah sensitif waktu. Ini bisa mengatasi ternyata tak terduga yang telah memungkinkan saya untuk menjadi entrepreneur saya hari ini. Salah satu kebiasaan yang terbaik untuk keberhasilan kewirausahaan adalah merangkul tak terduga dan menjadi fleksibel dalam masa ketidakpastian.

 

bisnis.tempo.co
bisnis.tempo.co

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Diterjemahkan menggunakan Google Translate dari: http://www.forbes.com/sites/under30network/2015/11/18/7-habits-of-successful-under-30s/2/

Mulailah sesuatu yang baru – Wirausaha Muda Sebelum 30

– Toro Orero, managing partner, DraperDarkFlow

Orang muda yang ambisius, kita bisa terjebak dalam gelembung industri kecil kami, membaca dan mengambil di semua info yang kami dapat menemukan sehingga kita dapat memiliki fakta” dan suara kita tahu apa yang kita lakukan. Saya telah melihat bahwa tinggal di luar industri Anda memungkinkan Anda untuk mengembangkan wawasan baru yang radikal dan perspektif berpotensi revolusioner. Anda akan begitu segar, orang-orang dalam industri Anda akan menjadi seperti, Apa ?!Jadi silakan, pesta menonton Netflix, memiliki ton teman dan kegiatan di luar industri Anda, melakukan penelitian ke dalam beberapa topik acak. Tinggal di luar industri Anda, atau lebih baik, hidup di luar itu.

 

123persen.blogspot.com
123persen.blogspot.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Diterjemahkan menggunakan Google Translate dari: http://www.forbes.com/sites/under30network/2015/11/18/7-habits-of-successful-under-30s/2/

Nikmatilah – Menjadi Wirausaha Muda Sebelum 30

– Brandon Norman, partner, Everybody Eats Company

Aku sudah mengingatkan terlalu sering tahun ini bahwa kewirausahaan adalah perjalanan, dan bukan tujuan. Sebagai pengusaha kita bisa mendapatkan begitu terjebak dalam permainan akhir kita bahwa kita lupa untuk menghargai kemenangan kecil di sepanjang jalan. Hari-hari kerja yang panjang, yang berubah menjadi malam bahkan lebih lama. Bahwa kesepakatan pertama Anda ditengahi (yang tidak membuat Anda jutawan instan seperti yang direncanakan). Bahkan kegagalan, karena pada akhir hari itu semua adalah bagian dari perjalanan yang menakjubkan ini. Kami berada di terbaik roller coaster wahana dari kehidupan kita. Hanya duduk dan menikmati perjalanan.
masterbenz.wordpress.com
masterbenz.wordpress.com

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Diterjemahkan menggunakan Google Translate dari: http://www.forbes.com/sites/under30network/2015/11/18/7-habits-of-successful-under-30s/2/

Mentor dan Menjadi Mentor – Wirausaha Muda Sebelum 30

– Tori Utley, founder, Tinua
Untuk menjadi sukses, Anda harus memiliki mentor yang baik: salah satu yang akan tidak setuju dengan Anda, yang akan menantang Anda, dan yang akan memiliki keberanian untuk memberitahu Anda ketika Anda salah. Melalui nilai mentorship, kemampuan Anda dan kebijaksanaan sebagai seorang pemimpin adalah halus, dan ide-ide Anda yang dipertajam oleh mereka yang telah pergi sebelum Anda dan telah belajar pelajaran berharga. Mentor adalah penting. Tidak peduli seberapa sibuk Anda menjadi, membuat waktu untuk mentor Anda dan waktu untuk membimbing orang lain. Bimbingan bisa menjadi investasi yang paling penting yang Anda buat.
mentoring98.wordpress.com
mentoring98.wordpress.com

Tindakan Nyata dan Berbeda – Wirausaha Muda Sebelum 30

– Kerhyl Gantt, brand manager, Nike

Jangan bereaksi terhadap dunia. Biarkan dunia bereaksi terhadap Anda Kita akan sering menjadisatu-satunya.Β 

Saya menemukan diri saya meminta izin sehingga saya tidak akan melangkahi” batas-batas atau tidak menjadi saya otentik diri sehingga saya bisa membuat orang merasa lebih nyaman.”

Aku cepat belajar bahwa untuk memimpin saya tidak bisa memberikan siapa pun yang banyak menguasai saya.

Saya berterima kasih dah memperhatikan setiap kritikan. Kritikan membuat saya evaluasi diri. (ME)

Jika saya ingin benar-benar menyebabkan saya harus menjadi nyaman dengan memungkinkan dunia untuk bereaksi dengan saya dibandingkan saya bereaksi terhadap dunia.

 

kampung-naga-kalas-9292
kampung-naga-kalas-9292

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Diterjemahkan menggunakan Google Translate dari: http://www.forbes.com/sites/under30network/2015/11/18/7-habits-of-successful-under-30s/2/