Ibu kita Kartini – Door duisternis tot licht

foto-perjumpaan-kartini-dengan-dua-ratu.jpg
Raden Adjeng kartini bersama suaminya. (Source: Wikimedia Commons)

Hari Kartini – 21 April 2017

Bagi saya, Ibu Kartini adalah putri raja yang mampu memberikan inspirasi bagi Bangsa Indonesia. Pernahkan sobat membaca tulisan-tulisan beliau selama masa perjuangan? Berikut beberapa cuplikan tulisan beliau yang berkesan di hati.### Harapan untuk generasi mendatang

# Makna perjuangan

“… dan kami yakin seyakin-yakinnya bahwa air mata kami, yang kini nampaknya mengalir sia-sia itu akan ikut menumbuhkan benih yang akan mekar menjadi bunga-bunga yang akan menyehatkan generasi-generasi mendatang.” (Surat R.A. Kartini kepada Ny. Abendanon 15 Juli 1902-Door duisternis tot licht (DDTL), hal. 214)

# Semangat pantang menyerah

“… andaikata aku jatuh di tengah-tengah perjalananku, aku akan mati bahagia, sebab bagaimanapun jalannya telah terbuka, dan aku telah ikut membantu membuka jalan itu yang menuju kepada kemerdekaan dan kebebasan Wanita Jawa (*baca: wanita Indonesia)” – DDTL halaman 81

# Bekerja tanpa lelah

“Aku masih melihat senyumnya yang membuat raut mukanya bercahaya ketika ia berkata: “Ah, ibu, aku mau hidup 100 tahun. Hidup ini terlalu pendek. Pekerjaan banyak sekali menunggu. Dan sekarang aku bahkan belum boleh memulai.” (R.A. Kartini kepada Nyonya Marie Ovink-Soer, yang sudah dianggap ibu oleh Kartini, sebagaimana ditulis Nyonya Marie dalam bukunya: Persoonlijke Herinnering aan R.A. Kartini)

# Harapan yang akan terwujud

“Teman-teman saya di sini mengatakan agar sebaiknya kami tidur saja barang 100 tahun. Kalau kami bangun nanti, kami baru akan tiba pada jaman yang baik. Jawa (* baca: Indonesia) pada saat itu sudah begitu majunya kami temukan, seperti apa yang selalu kami inginkan.” (Surat R.A. Kartini kepada Stella Zeehandelaar, 6 November 1899)

# Angan-angan Kartini

“… Semoga melalui banyak sekali penderitaan dan kesedihan, kami berhasil menciptakan sesuatu. Bagi rakyat kami. Terutama yang bermanfaat bagi kaum wanita kami – bagaimanapun kecilnya. Andaikata ini pun tidak terlaksana, semoga penderitaan dan perjuangan kami berhasil menarik perhatian khalayak ramai terhadap keadaan-keadaan yang perlu diperbaiki. Dan andaikata itu pun tidak dapat kami capai, wahai, setidaknya kami telah berusaha berbuat baik, dan kami yakin benar bahwa air mata kami, yang kini nampaknya mengalir sia-sia itu, akan ikut menumbuhkan benih yang kelak akan mekar menjadi bunga-bunga yang akan menyehatkan generasi-generasi mendatang.”

# Ibu mengenalkanku pada Tuhan

“… Tetapi yang sekarg menuntun kami untuk menemukan Tuhan ialah Ibu. Sungguh bodoh kami ini. Sepanjang hidup kami memiliki mutiara segunung di samping kami, tetapi kami tidak melihatnya”

# Kemauan untuk mengabdi pada kebaikan

“… Banyak sekali kejadian pada waktu akhir2 ini menunjukkan bahwa manusia hanya menimbang2. Tuhanlah yang akhirnya menetapkan. Semua itu merupakan peringatan kepada kita semua yang berpandangan picik supaya kita jangan sombong: jangan mengira bahwa kita mempunyai ‘kemauan sendiri’. ada suatu Kekuasaan yang lebih tinggi dan lebih besar daripada semua kekuasaan di dunia. Ada Kemauan yang lebih kuat dan lebih kuasa daipada semua kemauan manusia dijadikan satu. Celakalah orang yang membusungkan dadanya dan mengira bahwa kemauannya adalah sekuat baja! Hanya ada satu kemauan yang boleh dan harus kita miliki, yaitu kemauan untuk mengabdi kepada Kebaikan!… Sekarang kami memegang erat tangan Dia. Dia-lah yang mengarahkan kami, menilai dengan penuh kasih sayang… Di situ GELAP MENJADI TERANG, taufan menjadi angin tenang. Sebetulnya semua di sekitar kami masih sama saja, tetapi bagi kami telah tidak sama lagi. Telah terjadi perubahan dai dalam kami yang menyinari segala2nya dengan cahaya-Nya. Kami merasa tenang dan damai dalam jiwa kami… Kami selalu memohon agar diberi kekuatan untuk memikul baik duka maupun suka. Terutama dalam suka, sebab dalam bersuka ria terdapat godaan”

# Pemimpin ada bersama rakyatnya

“Untuk pertama kali namaku disebut di muka umum bersama rakyatku. Di situlah tempat namaku seterusnya. Aku bangga Stella, bahwa namaku disebut senafas dengan rakyatku!”

# Bangga akan seni rakyat

“Hura! Untuk kesenian dan kerajinan rakyat kami! Hari depannya sudah pasti akan cemerlang. Aku sulit untuk mengatakan betapa girang, terima kasih dan beruntungnya kami di sini. Kami sangat bangga atas rakyat kami. Mereka yang kurang dikenal dan karena itu juga kurang dihargai. … Gagasan yang puitis pun dapat terjelma dalam bentuk-bentuk yang indah, garis-garis yang ramping, mengombak dan melenggok dalam warna-warna cemerlang.” (Surat Kartini kepada E.C. Abendanon, anak dari Mr. J.H. Abendanon)

# Manusia tidak bisa membuat air

Betapa sedihnya melihat bibit yang ditanam menyoklat dan layu. Dan kami tak dapat berbuat apa-apa. Manusia tak bisa membuat air. Kirimkan pada kami dingin dari negerimu. Nyonya boleh mengambil panas dari sini seberapa Nyonya mau.” (Surat Kartini kepada Nyonya Nellie van Kool)### Hujan dan kekeringan
Sementara orang-orang dengan cemas menunggu datangnya musim hujan yang akan membanjiri daerah ini. Sungguh tanah yang malang! Pada musim kemarau ia gersang dan pada musim hujan ia kebanjiran.” (Surat Kartini kepada Stella)

# Sang pelopor zaman

“Pada jaman manapun dan dalam bidang apapun, kaum pelopor selalu mengalami rintangan-rintangan hebat. Itu kami sudah tahu. Tetapi betapa nikmatnya memiliki suatu cita-cita. Suatu panggilan. Katakanlah kami ini orang-orang gila… Atau apa saja… Tetapi kami tidak dapat berbuat lain. Kami tidak berhak untuk tinggal bodoh, bagaikan orang-orang yang tidak berarti. Keningratan membawa kewajiban.” (Kartini, awal 1900)

# Bangga menjadi pendidik

“Karena saya yakin sedalam-dalamnya bahwa wanita dapat memberi pengaruh besar kepada masyarakat, maka tidak ada yang lebih saya inginkan daripada menjadi guru, supaya kelak dapat mendidik gadis-gadis dari para pejabat tinggi kita. O, saya ingin sekali menuntun anak-anak itu, membentuk watak mereka, mengembangkan pikiran mereka yang muda, membina mereka menjadi wanita-wanita masa depan, supaya mereka kelak dapat meneruskan segala yang baik itu. Masyarakat kita pasti bahagia kalau wanita-wanitanya mendapat pendidikan yang baik.

# Menjadi pribadi yang sejati

“Kami sekali-kali tidak ingin membuat murid-murid kami menjadi orang-orang setengah Eropah atau orang Jawa-Eropah. Dengan pendidikan bebas kami bermaksud pertama-tama membuat orang Jawa menjadi orang Jawa sejati, yang menyala-nyala dengan cinta dan semangat terhadap nusa bangsanya, terbuka dengan mata dan hati terhadap keindahan serta kebutuhannya. Kami hendak memberikan kepada mereka segala yang baik dari kebudayaan Eropah, bukan untuk mendesak atau mengganti keindahan mereka sendiri, melainkan untuk menyempurnakannya.”

# Kartini Putri Raja

“Sebelum kau menanyakan, aku tidak pernah memikirkan bahwa aku, seperti katamu, adalah keturunan ningrat tinggi. Apakah aku seorang putri raja? Bukan.”

#Arti kebangsawanan

“Bagiku hanya ada dua jenis kebangsawanan: kebangsawanan jiwa (akal) dan kebangsawanan budi (perasaan). Menurut perasaanku tidak ada yang lebih gila dan menggelikan daripada orang-orang yang membanggakan keturunannya. apakah sebenarnya jasanya dilahirkan sebagai seorang bangsawan? Dengan otakku yang kecil ini aku tidak dapat menangkapnya…”

# Kaum ningrat bagi rakyat

“Apa gunanya kaum ningrat yang dijunjung tinggi itu bagi rakyat, kalau mereka dipergunakan oleh Pemerintah untuk memerintah rakyat? Sampai sekarang tidak ada, atau sangat sedikit, yang menguntungkan bagi rakyat. Lebih banyak merugikan – kalau kaum ningrat menyalahgunakan kekuasaannya. Ini tidak jarang terjadi. Keadaan demikian itu harus berubah.”

# Kartini untuk Pendidikan

“Kaum ningrat harus pantas untuk bisa dijadikan pujaan rakyat; sehingga akan banyak mafaatnya untuk rakyat. Pemerintah harus membawa kaum ningrat ke arah itu. Dan satu-satunya jalan ialah memberi PENDIDIKAN yang mantap, yang tidak semata-mata didasarkan pada pengembangan intelektuil, melainkan terutama pada pembinaan watak… Banyak sekali contoh yang membuktikan bahwa tingkat kecerdasan otak yang tinggi sama sekali bukan jaminan akan adanya keagungan moral.”

# Ironi mimpi dan tradisi

“Gadis itu kini telah berusia 12,5 tahun. Waktu telah tiba baginya untuk mengucap selamat tinggal pada masa kanak-kanak. Dan meninggalkan bangku sekolah, tempat dimana ia ingin terus tinggal. Meninggalkan sahabat-sahabat Eropah-nya, di tengah mana ia selalu ingin terus berada. Ia tahu, sangat tahu bahkan, pintu sekolah yang memberinya kesenangan yang tak berkeputusan telah tertutup baginya. Berpisah dengan gurunya yang telah mengucap kata perpisahan yang begitu manis. Berpisah dengan teman-teman yang menjabat tangannya erat-erat dengan air mata berlinangan. Telah berlalu! Semuanya telah berlalu! Pintu sekolah telah tertutup di belakangnya dan rumah ayah menerimanya dengan penuh kasih sayang. Rumah itu besar. Halamannya pun luas sekali. Tetapi begitu tebal dan tinggi tembok yang mengelilinginya.”

# Pandangan orang lain

“Mengapa kami ditindas? Itu membuat kami memberontak. Mengapa kami harus mundur? Mengapa sayap kami harus dipotong? Tak lain karena tuduhan dan fitnah orang-orang kerdil yang berpandangan picik. Untuk memuaskan orang-orang macam itulah kami harus melepaskan cita-cita kami. Andaikan betul-betul perlu, benar-benar tidak dapat dielakkan, kami akan tunduk. Namun kenyataannya tidak demikian. Segala-galanya berkisar pada pendapat umum. Semua harus dikorbankan untuk itu. Dikatakan: Orang akan bilang ini atau bilang itu, kalau kami lakukan apa yang kami lakukan dengan seluruh jiwa kami. Dan siapakah orang-orang itu? Dan untuk orang-orang macam itu kami harus menekan keinginan kami, harus membunuh cita-cita kami, dan mundur kembali ke alam gelap.” (Kartini, 1901)

# Kesepadanan Pria dan Wanita

“Lalu akan saya robohkan rintangan-rintangan yang dengan bodoh telah dibangun untuk memisahkan kedua jenis. Saya yakin, kalau ini sudah terlaksana, akan banyak manfaatnya, terutama untuk pria. Saya tidak percaya bahwa pria yang berpendidikan dan mempunyai sopan santun akan sengaja menghindari pergaulan dengan wanita-wanita yang berpendidikan dan berpandangan setaraf dengan mereka…”

# Kartini dan Ibu Pertiwi

“Dalam kebudayaan kita sering disebut-sebut Ibu Pertiwi. Bagi saya Ibu Pertiwi bukanlah suatu dewi. Tetapi apabila kita hendak melambangkan sumber kekuatan dari perlambang itu, marilah kita memandang sumber-sumber yang nyata, yang kongkrit, dalam diri beratus-ratus, beribu-ribu ibu, yang dengan penuh ketekunan mengasuh, menjaga, dan memungkinkan kita memberikan darma bakti kepada nusa dan bangsa, kepada tanah air yang kita cintai bersama.”

# Tugas alam untuk wanita

“Siapakah yang akan menyangkal bahwa wanita memegang peranan penting dalam hal pendidikan moral pada masyarakat. Dialah orang yang sangat tepat pada tempatnya. Ia dapat menyumbang banyak (atau boleh dikatakan terbanyak) untuk meninggikan taraf moral masyarakat. Alam sendirilah yang memberikan tugas itu padanya.

# Wanita pendidik mula-mula

Sebagai seorang ibu, wanita merupakan pengajar dan pendidik yang pertama. Dalam pangkuannyalah seorang anak pertama-tama belajar merasa, berpikir dan berbicara, dan dalam banyak hal pendidikan pertama ini mempunyai arti yang besar bagi seluruh hidup anak…”

# Kebaikan atau kejahatan

“Tangan ibulah yang dapat meletakkan dalam hati sanubari manusia unsur pertama kebaikan atau kejahatan, yang nantinya akan sangat berarti dan berpengaruh pada kehidupan selanjutnya. Tidak begitu saja dikatakan bahwa kebaikan ataupun kejahatan itu diminum bersama susu ibu. Dan bagaimanakah ibu Jawa dapat mendidik anak kalau ia sendiri tidak berpendidikan?”

# Keluarga mendidik

“Hanya sekolah saja tidak dapat memajukan masyarakat. Lingkungan keluarga (orang tua) harus membantu juga. Malahan lebih-lebih dari lingkungan keluargalah yang seharusnya datang kekuatan mendidik. Ingatlah! Keluarga (orang tua) dapat memberikan pengaruhnya siang-malam, sedang sekolah hanya beberapa jam saja…”

# Wanita perlu pendidikan

“Binalah mereka (putri2 bangsawan) menjadi ibu2 yang pandai, cakap dan sopan. Mereka akan giat menyebarkan kebudayaan di kalangan rakyat. Sadar akan panggilan moral dalam masyarakat mereka akan menjadi ibu2 yang penuh kasih sayang, pendidik yang baik dan berguna bagi masyarakat yang memerlukan bantuan dalam segala bidang.” (Berikanlah Pendidikan Kepada Bangsa Jawa *baca: Indonesia) Nota R.A. Kartini tahun 1903 yang dipublikasikan melalui berbagai surat kabar.

# Emansipasi wanita

“Akan datang juga kiranya keadaan baru dalam dunia bumiputra, kalau bukan oleh karena kami, tentu oleh orang lain, kemerdekaan perempuan telah terbayang-bayang di udara, sudah ditakdirkan…” (Surat R.A. Kartini kepada temannya Zeehandelaar, 9 Januari 1901)

Nice day 🙂

An sample of the original source: https://archive.org/details/doorduisternisto35220gut

Sumber Terjemahan: http://www.kompasiana.com/dhimaswisnumahendra/mengenal-dan-memahami-pemikiran-ibu-kita-kartini-melalui-tulisan-tulisannya_550ff616813311d138bc602d

Sumber Terjemahan lain: http://aran26.blogspot.co.id/2013/04/surat-surat-ra-kartini.html

Michi-no-Eki Jepang inspirasi Anjungan Cerdas Bendungan Tugu Trenggalek 2017

@regrann from @rizalwre08 - site bendungan tugu tampak atas with drone #picdrone#
@regrann from @rizalwre08 – site bendungan tugu tampak atas with drone #picdrone#

Selayang Pandang

Michi-no-Eki adalah tempat istirahat di pinggir jalan bagi para pengemudi di seluruh Jepang. Michi-no-Eki yang terletak di sepanjang jalan raya nasional dan memberikan ruang bebas parkir, toilet, dan informasi daerah dan wisata bagi wisatawan yang melintas.

Saat ini ada lebih dari 1.000 lokasi di seluruh Jepang.

(michi-no-eki.jp, 8 Maret 2017)

Anjungan Cerdas di Bendungan Tugu direncanakan dibangun di atas tanah seluas 4,6 hektar. Tanah tersebut terdiri dari 2,4 hektar yang disediakan Ditjen Sumber Daya Air (SDA) dan ditambah tanah yang dibebaskan BPIW seluas 2,2 hektar.

(pu.go.id, 16 September 2016)

Anjungan Cerdas direncanakan akan dibangun secara multiyear di lahan seluas 3-5 hektar dan diperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp 70 miliar untuk satu anjungan.

(bpiw.pu.go.id, 1 Maret 2016)

Desain Rest area dilengkapi dengan adanya toko cinderamata dan makanan serta pemandangan alam.

(Public Works Research Institute – PWRI, 2017)

Pemerintah Jepang menggunakan teknologi drone untuk pemetaan cepat lokasi longsor pada daerah bencana.

(Fritz, 2016)

 

Solusi Penanganan

Salah satu solusi yang wajib ditempuh untuk penanganan longsor adalah pembangunan system monitoring dan peringatan dini longsor.

(Liao et al., 2010)

Restorasi hutan pada tebing dengan spesies tanaman yang berakar dalam dan menembus bidang longsor wajib dilakukan. Terutama pada daerah kaki lereng. Pada tengah lereng, kedalaman longsor sangat besar sehingga sulit dijangkau oleh akar tanaman.

(Chen, Wu and Lin, 2014)

Mekanisme cut and fill dari lereng yang berpotensi longsor adalah solusi yang umum dilakukan namun membutuhkan biaya yang cukup besar. Selain itu, material timmbunan memerlukan treatment khusus agar tidak masuk ke dalam area calon waduk.

(Jiang et al., 2016)

Solusi lain adalah dengan memasang anti sliding pile di kaki lereng yang berpotensi longsor tipe gelincir. Tembok ini berfungsi mencegah gelincir dengan menahan kaki lereng.

(Meng et al., 2010)

Lokasi bidang gelincir dari tebing wajib dianalisis agar dapat diketahui massa lereng yang akan longsor. Hal yang berbahaya adalah jika jalan/ lahan yang dilindungi terletak di atas bidang gelincir. Hal ini menunjukkan resiko bahwa objek yang dilindungi berpotensi ikut tergeser jika terjadi longsor.

(Nie, Zhang and Jian, 2011)

Tindakan pencegahan longsor adalah mengurangi beban berat lereng, meningkatkan daya tahan lereng terhadap gaya geser, dan mengurangi tekanan hidrostatis pada lereng. Secara praktis, hal yang dapat dilakukan adalah membuat struktur penahan longsor, pemasangan angkur, tiang pancang kumulatif, membuat saluran drainase bawah permukaan, terasering, dan sebagainya.

(Ding and Wang, 2009; Sun et al., 2010; Qin, Tu and Ge, 2012; Wang, Fu and Zhao, 2012; Zhang et al., 2017)

 

Daftar Pustaka

Chen, Y.-C., Wu, C.-F. and Lin, S.-H. (2014) ‘Mechanisms of Forest Restoration in Landslide Treatment Areas’, Sustainability, 6(10), pp. 6766–6780. doi: 10.3390/su6106766.

Ding, Y. and Wang, Q. (2009) ‘Remediation and analysis of kinematic behaviour of a roadway landslide in the upper Minjiang River, Southwest China’, Environmental Geology, 58(7), p. 1521. doi: 10.1007/s00254-008-1653-x.

Fritz, A. (2016) Drone video over Japan earthquake site shows massive landslides and fractured Earth – The Washington Post, Washington Post. Available at: https://www.washingtonpost.com/news/capital-weather-gang/wp/2016/04/18/drone-video-over-japan-earthquake-site-shows-massive-landslides-fractured-earth/?utm_term=.f6e87b3c7ad3 (Accessed: 8 March 2017).

Jiang, Q., Wei, W., Xie, N. and Zhou, C. (2016) ‘Stability analysis and treatment of a reservoir landslide under impounding conditions: a case study’, Environmental Earth Sciences, 75(1), p. 2. doi: 10.1007/s12665-015-4790-z.

Liao, Z., Hong, Y., Wang, J., Fukuoka, H., Sassa, K., Karnawati, D. and Fathani, F. (2010) ‘Prototyping an experimental early warning system for rainfall-induced landslides in Indonesia using satellite remote sensing and geospatial datasets’, Landslides, 7(3), pp. 317–324. doi: 10.1007/s10346-010-0219-7.

Meng, Y., Chai, H., Li, H. and Li, C. (2010) ‘Mechanism Analysis and Treatment Study of Modui Landslide in No. 317 National Highway’, in ICCTP 2010. Reston, VA: American Society of Civil Engineers, pp. 2983–2990. doi: 10.1061/41127(382)317.

Nie, L., Zhang, M. and Jian, H. Q. (2011) ‘Study on the Mechanism of the Landslide of Heda Expressway K377’, Advanced Materials Research, 255–260, pp. 3437–3443. doi: 10.4028/www.scientific.net/AMR.255-260.3437.

Public Works Research Institute – PWRI (2017) Research outline – Public Works Research Institute, PWRI. Available at: http://www.pwri.go.jp/eng/about/pr/webmag/wm030/kenkyu.html (Accessed: 8 March 2017).

Qin, F. Y., Tu, J. S. and Ge, Q. Y. (2012) ‘Study on Retaining Work of the Engineering Landslide’, Applied Mechanics and Materials, 166–169, pp. 2566–2569. doi: 10.4028/www.scientific.net/AMM.166-169.2566.

Sun, H., Wong, L. N. Y., Shang, Y., Shen, Y. and Lü, Q. (2010) ‘Evaluation of drainage tunnel effectiveness in landslide control’, Landslides, 7(4), pp. 445–454. doi: 10.1007/s10346-010-0210-3.

Wang, S. F., Fu, Y. P. and Zhao, X. (2012) ‘Experimental Research on Failure Mode of Micro-Pile in Landslide Reinforcement’, Applied Mechanics and Materials, 226–228, pp. 1338–1342. doi: 10.4028/www.scientific.net/AMM.226-228.1338.

Zhang, M., Nie, L., Li, Z. and Xu, Y. (2017) ‘Fuzzy multi-objective and groups decision method in optimal selection of landslide treatment scheme’, Cluster Computing. doi: 10.1007/s10586-017-0790-y.

Penyebab Keruntuhan Tanggul Kanal dan Banjir Perkotaan pada Januari 2013 di Jakarta, Indonesia

Oleh:

JEREMY BRICKER1), RYOTA TSUBAKI2), ABDUL MUHARI1), SHUICHI KURE1)

1) Tohoku University, International Research Institute of Disaster Science 2) Hiroshima University, Dept. of Civil Engineering

Pengukuran lapangan dan pemodelan numerik digunakan untuk menyelidiki penyebab tanggul Laturharhari jebol selama Januari 2013 banjir Jakarta. Sebuah analisis forensik menunjukkan penyebab langsung dari jebolnya tanggul yaitu limpasan diikuti oleh gerusan dari sisi darat dari gundukan tanah di atas tanggul, dengan limpasan yang mungkin dipercepat oleh alur piping air banjir sepanjang antarmuka tanah-beton dari struktur yang dirancang dengan kurang sempurna dari struktur internal tanggul. Pemodelan numerik menunjukkan alasan yang mendasari banjir naik sampai ke level yang genting itu adalah sampah yang menyumbat 3 dari 4 pintu air dari gerbang Karet di hilir.

Diterjemahkan secara sederhana dari sumber langsung yang wajib diacu oleh siapapun. Sekali lagi ditegaskan bahwa pembaca harus merujuk langsung ke artikel aslinya sebelum mengambil kesimpulan.

Advis Teknis Teladan Bagus Luar Biasa

Source: http://doi.org/10.2208/jscejhe.70.I_91

 

Dari Bandara Halim ke Balai Irigasi Bekasi naik Angkutan Umum

Pengalaman Naik Angkutan Umum dari Bandara Halim – Balai Irigasi Bekasi 😅🚌

Jalan Cut Meutia No. 147, Bekasi

1. Dari halim naik GOJEK sampai UKI (Bundaran ke Tol) Rp. 15.000,-

2. Dari UKI naik Bis Mayasari Bakti jurusan Bekasi Barat (P9B) turun di depan Kantor Balai Irigasi, Rp. 7.000,-

#JakartaBebasMacet 2015

Pengalaman Mencari Surat Keterangan Sehat untuk Beasiswa LPDP 2017

Hari rabu yang lalu saya membulatkan niat untuk mencari Surat Keterangan Sehat terkait rencana saya mendaftar beasiswa LPDP.

Karena hari rabu adalah hari libur nasional pilkada serentak, maka kamis saya baru bisa mencari informasi terkait Surat Keterangan tersebut.

Pertama-tama saya pastikan bahwa surat keterangan yang dibutuhkan adalah:

  1. Surat Keterangan Sehat Jasmani
  2. Surat Keterangan Sehat Rohani (Kejiwaan)
  3. Surat Keterangan Bebas Narkoba
  4. Keterangan Bebas TBC pada SK Sehat jasmani (Untuk Pendaftar LPDP tujuan Luar Negeri)

Saya mencoba menelepon rumah sakit terbesar yang ada di Yogyakarta untuk menanyakan prosedur permohonan dan kemungkinan biaya yang diperlukan. Saya kaget bukan kepalang karena saya mendapat perkiraan biaya sekitar Rp. 1.000.000,-. Sekitar Rp. 600.000,- untuk bebas Narkoba dan Tes Kejiwaan dan Rp. 300.000,- untuk tek bebas TBC. Sekedar Informasi, biaya permohonan surat keterangan sehat tidak dapat dicover dengan ASKES maupun BPJS.

Alhasil, saya mencoba menelepon rumah sakit umum daerah sebagai alternatif. Saya sangat senang karena perkiraan biaya yang dibutuhkan total hanya sekitar Rp. 300.000,-. Saya kemudian menelepon pihak LPDP di Call Centre 1500652 untuk memastikan bahwa Surat Keterangan dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dapat digunakan. Hal ini dikarenakan bahwa RSUD adalah salah satu Rumah Sakit Pemerintah.

Sebagai tindak lanjut, pada jumat pagi, pukul 07.30 WIB, saya tiba di RSUD Sleman untuk melakukan tes kesehatan. Prosedur yang harus dilalui adalah:

1. Mendaftar di receptionist depan jika belum pernah.

Saya harus mengisi form pendaftaran pasien untuk mendapat kartu pasien.

2. Mendaftar di Loket Pendaftaran Umum.

Pada loket ini, saya mendapat arah tentang apa saja yang harus dilakukan. Saya juga mendapat informasi mengenai perkiraan biaya yang akan dikeluarkan. Selain itu, saya mendapat nota pendaftaran untuk Poli Penyakit Dalam dan Poli Jiwa.

3. Membayar di Loket Bank BPD DIY (tersedia di RSUD).

Pada pembayaran pertama, saya hanya membayar nota pendaftaran yang diperoleh dari tahap 2. Total yang harus dibayar pada tahap ini adalah Rp. 70.000,-.

4. Menuju Poli Jiwa.

Pada Poli Jiwa saya mendapat beberapa pertanyaan terkait identitas. Selanjutnya saya mendapat rujukan untuk rontgen dan tes laboratorium. Saya juga mendapat nota untuk membayar tes perilaku narkoba dan tes woodworth.

5. Menuju Laboratorium.

Saat tiba di Laboratorium, saya kebingungan karena petugas ada di dalam ruangan dan tidak ada yang menjaga loket. Saya melihat sekitar lalu bertanya kepada cleaning service. Petugas memberi tahu bahwa saya hanya perlu mengambil no antrian lalu menunggu dipanggil. Setelah beberapa saat, saya memutuskan untuk meletakkan berkas di loket karena melihat beberapa pasien lain melakukan hal yang sama. Selanjutnya petugas Lab memanggil saya dan memberikan botol sampel urine. Saya menuju kamar mandi untuk mengambil sampel urine dan mengembalikan sampel ke Lab. Petugas memanggil saya dan meminta saya membayar biaya rontgen. Petugas meminta nota salinan diserahkan kembali setelah tagihan dibayar. Hasil uji lab akan jadi setelah sekitar 1 jam.

6. Membayar di Loket Bank BPD DIY (tersedia di RSUD) Ke-2.

Pada pembayaran ke-2, saya membayar tagihan laboratorium, tagihan tes perilaku narkoba, dan tagihan tes woodworth. Biaya yang harus dibayar pada tahap ini adalah masing-masing secara berurutan Rp. 114.000,-, Rp. 23.000,-, dan Rp. 43.000,-. Total pembayaran adalah Rp. 180.000,-.

7. Menuju Instalasi Rontgen.

Sesampainya di instalasi rontgen, saya langsung diperiksa. Pemotretan berlangsung selama 4 menit. Setelah pemotretan, saya diminta membayar ke bank. Petugas meminta agar copian slip bukti pembayaran diserahkan ke loket setelah tagihan dibayarkan. Hasil rontgent dapat diambil setelah kurang lebih 2 jam.

8. Membayar di Loket Bank BPD DIY (tersedia di RSUD) Ke-3.

Pada tahap pembayaran ke-3, saya hanya membayar biaya rontgent sebesar Rp. 83.000,-.

9. Menuju Poli Penyakit Dalam I.

Pada loket Poli Penyakit Dalam I saya hanya perlu menyerahkan salinan nota pembayaran poli dalam yang telah dibayar pada tahap 3. Saya juga perlu menerangkan maksud dantujuan saya, yakni memohon surat keterangan sehat. Saya juga memohon izin agar nanti dapat diperbolehkan untuk langsung ke poli dalam II dengan membawa hasil rontgen.

10. Mengambil Hasil Laboratorium.

Saya menunggu di depan laboratorium untuk mendapatkan hasil lab. Beruntung saya mendapat panggilan pertama pada saat saya menunggu. Jika tidak, saya sarankan untuk bertanya langsung ke petugas loket apakah hasil sudah selesai.

11. Mengikiti Tes di Poli Jiwa.

Saya kembali ke poli jiwa sambil menyerahkan hasil laboratorium. Seyogyanya petugas meminta saya untuk mengerjakan tes perilaku narkoba dan tes woodworth. Tes dapat saya selesaikan dalam waktu 15 menit. Saya menyerahkan lembar jawaban tes ke petugas poli jiwa. Petugas meminta saya menunggu di luar sembari lembar jawaban dikoreksi dan petugas menyiapkan surat yang diperlukan. Kira-kira 20 menit petugas mamanggil saya kembali agar saya mengikuti wawancara dengan dokter spesialis jiwa. Dokter spesialis jiwa menanyakan beberapa pertanyaan agar saya memberikan beberapa detail informasi, termasuk terkait pekerjaan dan rencana penggunaan surat keterangan. Akhirnya, saya mendapat surat keterangan sehat rohani dan surat keterangan bebas narkoba. Setelah mengucapkan terima kasih, saya pamit.

12. Mengambil Hasil Rontgen.

Saya kembali ke Instalasi Rontgen untuk mengambil hasil foto. Tepat saat saya bertanya kepada petugas, hasil rontgent saya sudah jadi. Saya mengucapkan terima kasih dan pamit.

13. Mengikuti Tes di Poli Penyakit Dalam II.

Saya langsung menuju ruang Poli Penyakit dalam II. Disini saya menyerahkan hasil rontgent dan berkas2 sebelumnya. Pertama petugas bingung lalu setelah saya menjelaskan ingin memohon surat keterangan sehat, beliau faham. Saya langsung di tes tensi dengan mesin. Saya langsung menuju ke ruang periksa dokter dan menjelaskan maksud dan tujuan saya. Saya mendapat Surat keterangan Sehat jasmani dan bebas TBC (dalam 1 surat). Saya bertanya kepada sekretaris dokter apa yang harus saya lakukan selanjutnya. Setelah itu, saya mengucapkan terima kasih lalu pamit.

14. Legalisir di Sub Bagian Umum RSUD.

Saya menuju Sub Bagian Umum di lantai 5 RSUD untuk melegalisir surat-surat tersebut. Ternyata hasil lab dan beberapa surat belum di cap jadi saya memohon cap dan memohon informasi prosedur legalisir. Saya menuju lantai 1 untuk memfotokopi seluruh berkas yang sudah di cap. Setelah itu, saya kembali ke lantai 5 untuk legalisir. Petugas tidak memungut biaya untuk legalisir.

Sebagai Informasi, saya sudah berhasil mencapai loket legalisir pada pukul 10.30 WIB. Saya meninggalkan RSUD pukul 11.00 WIB. Siap mengupload scan surat tersebut ke website pendaftaran LPDP.

Total biaya yang saya keluarkan adalah Rp. 330.000,-.

Sekian pengalaman saya dan semoga bermanfaat. Sukses untuk teman semua dan para pejuang beasiswa.

Salam Damai 🍃✨🙏🏼😇🌱🎗 untuk Indonesia Jaya.

 

Alam Berbicara: Christine Hakim sebagai Ibu Pertiwi

http://www.conservation.org
http://www.conservation.org

Aku Alam, Akulah Ibu Pertiwi.

Manusia memanggilku Alam, sebagian dari mereka mengenalku sebagai Ibu Pertiwi.

Aku sudah ada sejak lebih dari empat setengah miliar tahun yang lalu.

Dua puluh dua ribu lima ratus kali lebih lama darimu.

Aku tidak benar-benar membutuhkan manusia, tapi manusia perlu aku.

Ya, masa depanmu tergantung padaku.

Ketika aku tumbuh, kamu juga tumbuh.

Ketika aku goyah, kamu juga akan goyah atau bahkan lebih buruk (?)

Aku sudah ada di sini sejak beribu-ribu tahun yang lalu.

Aku pernah memberi makan makhluk yang jauh lebih besar darimu, dan

Aku juga pernah membuat makhluk yang jauh lebih besar darimu itu kelaparan.

Lautanku, tanahku, aliran sungaiku, hutanku;

Mereka semua dapat menolong ataupun meninggalkanmu.

Bagaimana kamu memilih untuk hidup, apakah kamu menganggapku,

ataupun mengabaikanku?

Semua itu tidak penting bagiku.

Yang pasti, perilakumu,

itulah yang akan menentukan nasibmu, bukan nasibku.

Akulah alam semesta.

Aku terlahir untuk berkembang.

Aku akan bertahan sampai akhir nanti.

Kamu? Bagaimana?

Tulisan ini diadopsi dari Film Mother Nature yang diproduksi oleh CI Indonesia.

Saya mencoba sedikit memodifikasinya dengan bahasa saya sendiri agar terkesan lebih informal.

Penghargaan dan atribusi harus ditujukan kepada artis, tim, pengarang, produser, dan karya aslinya.

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=fg9g2i9KJlU

Sabodam Bawah Permukaan untuk Percepatan Proses Aerasi Sedimen

Permasalahan sedimentasi dan kualitas air di waduk dan danau telah menjadi permasalahan prioritas di Indonesia. Banyak upaya telah diberikan untuk mengatasi permasalahan tersebut, baik dari pemerintah pusat maupun daerah. Beberapa contoh kasus yang sedang dilaksanakan adalah pekerjaan revitasisasi Danau Tempe (Naing, Santosa, and Soemarno 2011), Danau Rawapening (Sulastri, Henny, and Handoko 2014), dan Danau Limboto (Putra, Hassan, and Suryatmojo 2013). Permasalahan fisik yang dialami pada ketiga lokasi tersebut cenderung serupa, yakni sedimentasi dan kualitas air.

Permasalahan Sedimen di Waduk dan Danau

Permasalahan sedimentasi di danau dapat dijabarkan sebagai permasalahan pengendalan sedimen di area danau yang dalam dan permasalahan berkurangnya area danau akibat pengendapan sedimen (Subehi, Wibowo, and Jung 2016). Sedimen dapat terbawa semakin dalam ke bagian danau yang lebih dalam apabila aliran dasar di tepi danau cukup tinggi. Konsentrasi sedimen yang tinggi di daerah tepi danau juga akan merangsang aliran sedimen dari tepi danau ke bagian dalam yang cenjedung berkonsentrasi sedimen rendah.

Konsentrasi sedimen yang tinggi biasanya ada di tepi danau dan utamanya di bagian muara sungai yang masuk ke danau. Hal ini merangsang terjadinya pendangkalan pada area tersebut. Apabila pendangkalan tidak segera dikeruk, maka akan timbul daratan di bagian tersebut. Daratan baru yang timbul apabila tidak diawasi dengan baik akan digunakan untuk pertanian oleh warga dan bahkan untuk fungsi hunian. Hal ini tentu kurang sesuai dengan prinsip konservasi sumber daya air di waduk dan danau.

Permasalahan Kualitas Air di Waduk dan Danau

Permasalahan lain yang tidak kalah pentingnya adalah permasalahan tingginya nutrisi yang terkandung dalam air danau. Nutrisi ini akan digunakan oleh ganggang dan tanaman air maupun organisme danau lainya untuk tumbuh dan berkembang (Aisyah and Nomosatryo 2016; Samuel, Makmur, and Masak 2012). Apabila proses tumbuh dan berkembang ini tidak dikontrol, maka akan ada bahaya ledakan populasi organisme di danau. Proses ini dapat berupa ledakan populasi ganggang (algae bloom) dan ledakan populasi enceng gondok maupun timbulnya proses anaerob di dalam danau. Dua fenomena ini dapat menyebabkan eutrofikasi, dimana air danau menjadi keruh dan tidak ada cahaya matahari yang dapat masuk ke dalam danau. Ledakan populasi ini juga menyebabkan berkurangnya okigen terlarut dalam air danau sehingga ikan dan organisme lain mati dan rantai makanan terputus.

Tinginya nutrisi yang terkandung di dalam air, khususnya senyawa fosfat (PO3-) (Yahia 2010), adalah tantangan yang harus diselesaikan oleh pengelola danau. Senyawa fosfat ini biasanya terbawa dari limbah industri dan pertanian yang dibuang ke sungai, terutama sungai-sungai yang bermuara ke dalam waduk atau danau yang dikaji. Sumber lain yang menghasilkan nutrisi terlarut pada air danau adalah sisa makanan ikan yang dikelola oleh petani keramba di danau tersebut. Pengelola danau tidak bisa hanya bersandar pada kemampuan alam dalam mendaur ulang nutrisi ini. Hal tersebut dikarenakan keseimbanyan nutrisi di danau sudah terganggu. Kapasitas danau untuk mengolah nutrisi secara alamiah lebih kecil dari jumlah nutrisi yang ada. Kemampuan organisme dalam mengolah polutan juga masih dalam cakupan yang terbatas (Haerunnisa 2014).

Sabodam bawah permukaan (submerge sabodam)

Sabodam bawah permukaan merupakan salah satu alternatif solusi yang diusulkan pada tulisan ini untuk permasalahan sedimen dan kualitas air yang ada. Prinsip yang diusulkan adalah membangun sabodam ambang rendah yang fungsinya selain menampung sedimen juga akan mempercepat proses aerasi aliran sedimen. Kedua fungsi ini akan dijelaskan lebih lanjut pada paragraf selanjutnya.

Dam mampu mengaerasi aliran air secara hidraulis
Dam mampu mengaerasi aliran air secara hidraulis

(Steelhammer 2016)

Sabodam bawah permukaan di waduk dan danau dapat berfungsi sebagai pelokalisir proses pengendapan sedimen. Sedimen dalam prosentase yang besar akan mengendap di hulu sabodam (Liu et al. 2013). Apabila sabodam sedimen yang tertampung pada hulu sabodam bawah permukaan dikerus sesuai standar pemeliharaan yang benar, maka sedimen tidak akan terbawa masuk ke bagian danau atau waduk yang lebih dalam. Prinsip ini akan mengurangi biaya pengerukan danau karena sedimen mengendap di daerah yang lebih dangkal. Pengerukan di daerah yang lebih dangkal akan lebih efisien biaya dibanding dengan pengerukan sedimen di bagian danau yang dalam.

Keberadaan sabodam bawah permukaan juga akan menginisiasi turbulensi aliran dan angkutan sedimen di dasar danau yang dangkal. Turbulensi ini akan mempercepat proses aerasi air danau dan proses pengikatan nutrien dalam air. Aerasi ait danau itu sendiri merupanan proses yang vital dalam upaya meningkatkan kualitas air danau. Proses aerasi akan mensuplai oksigen ke dalam air dan memicu bakteri untuk memakan nutrisi yang terlarut dalam air. Nutrien akan diubah menjadi bentuk lain yang lebih stabil dan tidak mudah diserap oleh tanaman dan organisme air di danau. Proses pengikatan nutrien terlarut dalam air dengan sedimen juga dapat terjadi akibat turbulensi. Nutrien akan mengalami proses ikatan kimia dengan sedimen dan terendapkan bersama sedimen tersebut. Hal ini merupakan sink atau mekanisme pelesan nutrien dari air dimana nutrien tersimpan di dalam endapan sedimen (Tri Retnaningsih Soeprobowati, Suwarno Hadisusanto, Gell, and Zawadski 2012). Oleh sebab itu, proses pengerukan endapan sedimen harus dilaksanakan dengan hati-hati agar tidak terlalu banyak nutrien yang kembali ke air saat sedimen dikeruk.

Konsep penangkapan nutrien ke dalam sedimen
Konsep penangkapan nutrien ke dalam sedimen

(NOAA 2016)

Sabodam harus dibangun di bagian danau yang dekat dengan muara sungai. jarak sabodam dari muara sungai adalah sekitar 3 kali dari lebar muara atau ditentukan secara teknis, yakni dengan model fisik. Pertimbangan lain adalah kapasitas tampung sedimen dari sabodam yang akan dibangun. Sabodam ambang rendah yang dibangun tingginya maksimal satu per tiga dari kedalaman air rata-rata danau pada area dekat muara sungai. Sabodam ini dibuat beberapa lapis dengan mempertimbangkan prinsip bangunan sabo sebagai bangunan series. Jarak antar bangunan sabo harus mempertimbangkan pola turbulensi yang ditimbulkan dengan adanya saabodam bawah permukaan. Kestabilan bangunan saabo dari turbulensi juga harus dipertimbangkan sehingga bangunan sabo aman terhadap guling.

Daftar Acuan

Aisyah, Siti, and Sulung Nomosatryo. 2016. “Spatial and Temporal Distribution of Nutrient in Lake Tempe, South Sulawesi.” Oseanologi Dan Limnologi Di Indonesia 1 (2): 31–45. http://www.jurnal-oldi.or.id/index.php/oldi/article/view/19.

Haerunnisa. 2014. “THE USE Of WATER HYACINTH (EICHORNIA CRASSIPES) In DECREASING The LEVELS Of METALS Of COPPER (Cu) ON THE WATERS OF LAKE TEMPE, WAJO REGENCY.” Jurnal Galung Tropika 3 (2): 18–30. jurnalpertanianumpar.com/index.php/jgt/article/download/75/72.

Liu, Ko-Fei, Chyan-Deng Jan, Ping Sien Lin, and Hsin-Chi Li. 2013. “Advances of Geo-Disaster Mitigation Technologies in Taiwan.” In Progress of Geo-Disaster Mitigation Technology in Asia, edited by Fawu Wang, Masakatsu Miyajima, Tonglu Li, Wei Shan, and Teuku Faisal Fathani, 77–103. Environmental Science and Engineering. Berlin, Heidelberg: Springer Berlin Heidelberg. doi:10.1007/978-3-642-29107-4.

Naing, N., H. R. Santosa, and I. Soemarno. 2011. “Living on the Floating Houses for Sustainable Livelihoods at Lake Tempe, South Sulawesi.” Environment and Urbanization Asia 2 (1): 93–108. doi:10.1177/097542531000200107.

NOAA. 2016. “Turbidity Current Diagram.” Wikipedia. https://en.wikipedia.org/wiki/Turbidity_current.

Putra, Santosa S., Chandra Hassan, and Hatma Suryatmojo. 2013. “Reservoir Saboworks Solutions in Limboto Lake Sedimentations, Northern Sulawesi, Indonesia.” Procedia Environmental Sciences 17 (January). Elsevier B.V.: 230–39. doi:10.1016/j.proenv.2013.02.033.

Samuel, Samuel, Safran Makmur, and Petrus Rani Pong Masak. 2012. “STATUS TROFIK DAN ESTIMASI POTENSI PRODUKSI IKAN DI PERAIRAN DANAU TEMPE, SULAWESI SELATAN.” Bawal Widya Riset Perikanan Tangkap 4 (2): 121–29. doi:dx.doi.org/10.15578/bawal.4.2.2012.121-129.

Steelhammer, Rick. 2016. “Demolition of First of Three West Fork Dams Underway – EP-160329528.” Gazette-Mail. http://www.wvgazettemail.com/outdoors/20160329/demolition-of-first-of-three-west-fork-dams-underway.

Subehi, Luki, Hendro Wibowo, and Kwansue Jung. 2016. “Characteristics of Rainfall-Discharge and Water Quality at Limboto Lake, Gorontalo, Indonesia.” Journal of Engineering and Technological Sciences 48 (3): 288–300. doi:10.5614/j.eng.technol.sci.2016.48.3.4.

Sulastri, C. Henny, and U. Handoko. 2014. “Environmental Conditions and Eutrophication Status of Rawapening Lake of Central Java, Indonesia.” In Proceedings of 15th World Lake Conference – Lakes: The Mirrors of the Earth. BALANCING ECOSYSTEM INTEGRITY AND HUMAN WELL BEING, edited by Chiara BISCARINI, Arnaldo PIERLEONI, and Luigi NASELLI FLORES, 99–102. Perugia, Italy: UNESCO Water Chair. http://www.unescowaterchair.org/wp-content/uploads/2014/01/book-of-proceedings2.pdf#page=104.

Tri Retnaningsih Soeprobowati, Suwarno Hadisusanto, Peter Gell, and Atun Zawadski. 2012. “The Diatom Stratigraphy of Rawapening Lake, Implying Eutrophication History.” American Journal of Environmental Sciences 8 (3): 334–44. doi:10.3844/ajessp.2012.334.344.

Yahia, Mashri Ahmad Ahmed. 2010. “THE IMPACT OF FARMING ACTIVITIES TO WATER QUALITY OF RIVER AND LAKE RAWA PENING (Case Study in Semarang Regency, Indonesia).” University of Diponegoro. http://eprints.undip.ac.id/26070/.